DASHBOARD DOKUMEN PERGURUAN TINGGI

Ketercapaian

Dokumen Wajib 590
100% Dokumen Tersedia
Dokumen Pendukung 140
100% Dokumen Tersedia

List Borang

Butir
Elemen Penilaian
Baku Mutu
Persentase
Rincian Dokumen
1.1 Kejelasan, Kerealistikan, dan Keterkaitan antar visi, misi, tujuan dan sasaran perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan yang terlibat. Visi, misi, tujuan dan sasaran yang: (1) Sangat jelas. (2) Sangat realistik. (3) Sangat terkait satu sama lain. (4) Melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan masyarakat.
100%
Detail 1.1
1.2 Perguruan tinggi menetapkan tonggak-tonggak capaian (milestones) tujuan sebagai penjabaran atau pelaksanaan renstra, serta mekanisme kontrol ketercapaiannya. Dokumen formal berisi: (1) Rumusan tujuan bertahap yang akan dicapai pada kurun waktu tertentu. (2) Tonggak-tonggak capaian tujuan dalam setiap periode kepemimpinan perguruan tinggi. (3) Mekanisme kontrol ketercapaian dan tindakan perbaikan untuk menjamin pelaksanaan tahap-tahap pencapaian tujuan.
100%
Detail 1.2
1.3.1 Sosialisasi visi dan misi perguruan tinggi dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan kepada pemangku kepentingan Visi dan misi perguruan tinggi disosialisasikan secara sistematis dan berkelanjutan kepada semua pemangku kepentingan, internal maupun eksternal.
100%
Detail 1.3.1
1.3.2 Visi dan misi perguruan tinggi dijadikan pedoman, panduan dan rambu-rambu bagi semua pemangku kepentingan internal serta dijadikan acuan pelaksanaan renstra, keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, ketercapaian tujuan melalui strategi-strategi yang dikembangkan. Visi dan misi dipahami dengan baik dan dijadikan acuan penjabaran renstra pada semua tingkat unit kerja.
100%
Detail 1.3.2
2.1.1 Perguruan tinggi memiliki tata pamong yang memungkinkan terlaksananya secara konsisten prinsip-prinsip tata pamong, terutama yang terkait dengan pelaku tata pamong (aktor) dan sistem ketatapamongan yang baik (kelembagaan, instrumen, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan, serta kode etik). Dokumen, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa sistem tata pamong menjamin terwujudnya visi, terlaksananya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan, memenuhi lima pilar bertikut: (1) Kredibel, (2) Transparan, (3) Akuntabel, (4) Bertanggung jawab, (5) Adil.
100%
Detail 2.1.1
2.1.2 Kelengkapan dan keefektifan struktur organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan dan pengembangan perguruan tinggi yang bermutu. Organ dalam struktural organisasi: (1) Pimpinan institusi (2) Senat perguruan tinggi/senat akademik (3) Satuan pengawasan (4) Dewan pertimbangan (5) Pelaksana kegiatan akademik (6) Pelaksana administrasi, pelayanan dan pendukung (7) Pelaksana penjaminan mutu (8) Unit perencana dan pengembangan tridarm Kelengkapan dan keefektifan, serta dokumentasi struktur organisasi yang meliputi delapan organ dan dilengkapi dengan deskripsi tertulis yang jelas tentang tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab. Catatan: - Satuan pengawasan menjalankan fungsi pengawasan bidang non-akademik. Dewan pertimbangan menjalankan fungsi pertimbangan non-akademik dan fungsi lain yang ditentukan dalam statuta satuan pendidikan tinggi masing-masing
100%
Detail 2.1.2
2.1.3 Keberadaan lembaga, mutu, SOP, dan efektivitas pelaksanaan kode etik. Pelaksanaan kode etik sangat lengkap, meliputi: (1) Lembaga tersendiri, (2) Mencakup masalah akademik (termasuk penelitian dan karya ilmiah), dan non-akademik, (3) SOP sangat lengkap dan jelas, (4) SOP dilaksanakan secara efektif.
100%
Detail 2.1.3
2.2 Karakteristik kepemimpinan yang efektif dalam kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi dan kepemimpinan publik. Kepemimpinan perguruan tinggi memiliki karakteristik: (1) Kepemimpinan operasional, (2) Kepemimpinan organisasi, (3) Kepemimpinan publik
100%
Detail 2.2
2.3.1 Sistem pengelolaan fungsional dan operasional perguruan tinggi mencakup fungsi pengelolaan (planning, organizing, staffing, leading, dan controlling) yang dilaksanakan secara efektif untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi perguruan tinggi. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional perguruan tinggi mencakup semua (lima) fungsi pengelolaan yang dilaksanakan secara efektif.
100%
Detail 2.3.1
2.3.2 Perguruan tinggi memiliki analisis jabatan, deskripsi tugas, program peningkatan kompetensi manajerial yang menjamin terjadinya proses pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit kerja. Perguruan tinggi memiliki: (1) Rancangan dan analisis jabatan, (2) Uraian tugas, (3) Prosedur kerja, (4) Program peningkatan kompetensi manajerial yang sistematis untuk pengelola unit kerja, yang menggambar-kan keefektifan dan efisiensi manajemen operasi di setiap unit kerja.
100%
Detail 2.3.2
2.3.3 Diseminasi hasil kerja perguruan tinggi sebagai akuntabilitas publik, serta keberkalaannya. Perguruan tinggi secara bertanggung jawab menyebarluaskan hasil kinerjanya secaara berkala kepada semua stakeholders, minimal setiap tahun.
100%
Detail 2.3.3
2.3.4 Keberadaan dan keefektifan sistem audit internal, dilengkapi dengan kriteria dan instrumen penilaian serta menggunakannya untuk mengukur kinerja setiap unit kerja, serta diseminasi hasilnya. Perguruan tinggi memiliki kriteria dan instrumen penilaian, menggunakannya untuk mengukur kinerja setiap unit, dan hasil pengukurannya digunakan serta didiseminasikan dengan baik.
100%
Detail 2.3.4
2.3.5 Keberadaan dan keefektifan sistem audit eksternal, dilengkapi dengan kriteria dan instrumen penilaian serta menggunakannya untuk mengukur kinerja perguruan tinggi. Lembaga audit eksternal kredibel dan hasil auditnya digunakan serta didiseminasikan dengan baik.
100%
Detail 2.3.5
2.4.1 Perguruan tinggi menjalankan sistem penjaminan mutu yang didukung dengan adanya bukti-bukti berupa manual mutu, dan pelaksanaannya. Manual Mutu yang lengkap meliputi: (1) Pernyataan Mutu, (2) Kebijakan Mutu, (3) Unit Pelaksana, (4) Standar Mutu, (5) Prosedur Mutu, (6) Instruksi Kerja, (7) Pentahapan Sasaran Mutu dan terintegrasi dalam suatu sistem dokumen.
100%
Detail 2.4.1
2.4.2 Implementasi penjaminan mutu. Penjaminan mutu sudah berjalan di seluruh unit kerja yang mencakup siklus perencanaan, pelaksanaan, analisis dan evaluasi, tindakan perbaikan yang dibuktikan dalam bentuk laporan monev dan audit.
100%
Detail 2.4.2
2.4.3 Monitoring dan evaluasi hasil penjaminan mutu di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, sarana prasarana, keuangan, manajemen, serta tindak lanjutnya. Pelaksanaan dan pencapaian sasaran penjaminan mutu di bidang: (1) Pendidikan, (2) Penelitian, (3) PkM, (4) Sarana prasarana, (5) Keuangan, (6) Manajemen, yang terdokumentasi dan disosialisasikan dengan baik, serta ditindaklanjuti.
100%
Detail 2.4.3
2.4.4 Perguruan tinggi memiliki sistem pembinaan program studi yang mencakup: (1) pengembangan program studi, (2) penyusunan dokumen akreditasi dalam bentuk pelatihan, dana, dan informasi. Perguruan tinggi memberikan pembinaan sangat baik dalam: (1) pengembangan program studi, (2) penyusunan dokumen akreditasi dalam bentuk pelatihan, dana dan informasi.
100%
Detail 2.4.4
2.4.5 Kelengkapan dan aksesibilitas sistem basis data institusi yang mendukung penyusunan evaluasi diri institusi dan program studi. Basis data lengkap mencakup informasi tentang tujuh standar akreditasi untuk penyusunan dokumen evaluasi diri institusi maupun program studi, dan dapat diakses dengan mudah
NAN%
Detail 2.4.5
2.4.6 Status akreditasi BAN-PT untuk seluruh program studi dalam perguruan tinggi. Seluruh program studi dalam perguruan tinggi terakreditasi A
100%
Detail 2.4.6
3.1.1 Sistem penerimaan mahasiswa baru disusun secara lengkap (kebijakan, kriteria, prosedur, instrumen, sistem pengambilan keputusan) dan konsistensi pelaksanaannya. Dokumen mutu penerimaan mahasiswa baru yang memuat unsur-unsur berikut: (1) Kebijakan/pendekatan penerimaan mahasiswa baru, (2) Kriteria penerimaan mahasiswa baru, (3) Prosedur penerimaan mahasiswa baru, (4) Instrumen; penerimaan mahasiswa baru, (5) Sistem pengambilan keputusan dan dilaksanakan dengan konsisten.
100%
Detail 3.1.1
3.1.10 Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan, serta hasilnya. Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan yang menghasilkan kemudahan bagi mahasiswa dan lulusan untuk: (1) Memperoleh informasi yang komprehensif tentang pasar kerja, (2) Merencanakan karir yang realistik, (3) Mengajukan lamaran kerja dengan baik.
100%
Detail 3.1.10
3.1.11 Pencapaian prestasi mahasiswa di tingkat propinsi/wilayah, nasional, dan internasional; NA = Jumlah penghargaan tingkat propinsi/wilayah; NB = Jumlah penghargaan tingkat nasional; NC = Jumlah penghargaan tingkat internasional; N = Jumlah semua program studi; NPMHS = (2 x NA + 3 x NB + 4 X NC) / N Jika NPMHS ? 4, maka skor = 4
100%
Detail 3.1.11
3.1.12 Upaya institusi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan non-akademik. Ketiga upaya berikut: (1) Bimbingan peningkatan prestasi, (2) Penyediaan dana, (3) Pemberian kesempatan untuk berpartisipasi dilakukan secara terprogram.
100%
Detail 3.1.12
3.1.2 Sistem penerimaan mahasiswa baru yang memberikan peluang dan menerima mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun kurang mampu secara ekonomi dan/atau cacat fisik disertai bukti implementasi sistem tsb. berupa ketersediaan sarana dan prasarana penunjang. Dokumen sistem untuk memberikan peluang dan menerima mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi tidak mampu secara ekonomi dan cacat fisik dan bukti implementasi sistem tsb. yang ditunjang oleh fasilitas yang sangat lengkap
100%
Detail 3.1.2
3.1.3 Sistem penerimaan mahasiswa baru yang menerapkan prinsip-prinsip ekuitas. Dokumen kebijakan yang sesuai dengan prinsip ekuitas yang diterapkan secara konsisten.
100%
Detail 3.1.3
3.1.4 Sistem penerimaan mahasiswa baru yang menerapkan prinsip pemerataan wilayah asal mahasiswa. Np = Jumlah propinsi asal mahasiswa. Jika Np ? 7, maka skor = 4
100%
Detail 3.1.4
3.1.5.1 Rasio jumlah calon mahasiswa yang ikut seleksi terhadap jumlah calon mahasiswa yang lulus seleksi. NB = Jumlah calon mahasiswa dari semua jenjang pendidikan yang lulus seleksi (Kolom 4); NA = Jumlah calon mahasiswa dari semua jenjang pendidikan yang ikut seleksi (Kolom 3); Rasio = (NA / NB); Jika Rasio ? 5, maka skor = 4
100%
Detail 3.1.5.1
3.1.5.2 Rasio jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang terhadap jumlah mahasiswa yang lulus seleksi; NB = Jumlah mahasiswa dari semua jenjang pendidikan yang lulus seleksi (Kolom 4); NC = Jumlah mahasiswa baru bukan transfer dari semua jenjang pendidikan (Kolom 5); Rasio = (NC/NB) x 100%; Jika Rasio ? 95%, maka skor = 4
100%
Detail 3.1.5.2
3.1.5.3 Rasio jumlah mahasiswa baru transfer terhadap jumlah mahasiswa baru bukan transfer; NC = Jumlah mahasiswa baru bukan transfer dari semua jenjang pendidikan (Kolom 5); ND = Jumlah mahasiswa baru transfer dari semua jenjang pendidikan (Kolom 6); Rasio = (ND/NC); Jika Rasio ? 0.25, maka skor = 4
100%
Detail 3.1.5.3
3.1.6 Instrumen dan tata cara pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan. Instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan yang: (1) Sahih, (2) Andal, (3) Mudah digunakan, (4) Dilaksanakan secara berkala setiap semester.
100%
Detail 3.1.6
3.1.7 Hasil pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan, dan tindak lanjutnya. Laporan tentang hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan yang: (1) Komprehensif, (2) Dianalisis dengan metode yang tepat, (3) Disimpulkan dengan baik, (4) Digunakan untuk perbaikan sistem manajemen layanan kegiatan kemahasiswaan, (5) Mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
100%
Detail 3.1.7
3.1.8 Layanan kepada mahasiswa dalam bidang bimbingan dan konseling, minat dan bakat, pembinaan soft skills, beasiswa, dan kesehatan. Aksesibilitas dan layanan unit pembinaan dan pengembangan bidang: (1) Bimbingan dan konseling, (2) Minat dan bakat, (3) Pembinaan soft skills, (4) Beasiswa, (5) Kesehatan.
100%
Detail 3.1.8
3.1.9 Pemilikan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan. Dokumen formal kebijakan dan program terjadwal tentang pemberian layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa serta lulusan yang mencakup: (1) Penyebaran informasi kerja, (2) Penyelenggaraan bursa kerja secara berkala, (3) Perencanaan karir, (4) Pelatihan melamar kerja, (5) Layanan penempatan kerja.
100%
Detail 3.1.9
3.2.1.1 Persentase mahasiswa DO atau mengundurkan diri untuk semua program studi; (a) = (a1) + ... + (a7); (b) = (b1) + ... + (b7); (c) = (c1) + ... + (c7); MDO = ((a)-(b)-(c))/((a))x 100% Jika MDO ? 6%, maka skor = 4
100%
Detail 3.2.1.1
3.2.1.2 Persentase kelulusan tepat waktu untuk semua program studi. (d) = (d1) + ... + (d7); (f) = (f1) + ... + (f7); KTW = [(f) / (d)] x 100% Jika KTW ? 50%, maka skor = 4
100%
Detail 3.2.1.2
3.2.3 Sistem evaluasi lulusan yang efektif, mencakup kebijakan dan strategi, keberadaan instrumen, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjutnya. Sistem evaluasi yang efektif yang mencakup: (1) Kebijakan dan strategi dan komitmen institusi untuk mendorong seluruh program studi melakukan proses pelacakan dan evaluasi lulusan. (2) Instrumen yang sahih dan andal disesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi. (3) Monitoring dan evaluasi keefektifan proses pelacakan dan pemberdayaan lulusan. Tindak lanjut untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.
100%
Detail 3.2.3
3.2.4 Rasio alumni dalam lima tahun terakhir yang memberikan respons terhadap studi pelacakan; NA = Banyaknya alumni tida tahun terakhir yang memberikan respon; N = Banyaknya alumni dalam tiga tahun terakhir; Rasio = (NA / N) x 100% Jika Rasio ? 20%, maka skor = 4.
100%
Detail 3.2.4
3.2.5 Partisipasi alumni dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi dalam bentuk: (1) Sumbangan dana, (2) Sumbangan fasilitas, (3) Masukkan untuk perbaikan proses pembelajaran, (4) Pengembangan jejaring. Semua bentuk partisipasi dilakukan oleh alumni
100%
Detail 3.2.5
4.1 Sistem pengelolaan sumber daya manusia yang lengkap, transparan dan akuntabel, mencakup: perencanaan, rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai, orientasi dan penempatan pegawai, pengembangan karir, remunerasi, penghargaan, dan sanksi. Dokumen formal sistem pengelolaan sumber daya manusia yang mencakup: (1) Perencanaan, (2) Rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai, (3) Orientasi dan penempatan pegawai, (4) Pengembangan karir, (5) Remunerasi, penghargaan, dan sanksi, yang transparant dan akuntabel berbasis pada meritokrasi.
100%
Detail 4.1
4.2.1 Pedoman formal tentang sistem monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Pedoman formal yang lengkap dan ada bukti dilaksanakan secara konsisten.
100%
Detail 4.2.1
4.2.2 Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja dosen di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Monev kinerja dosen di bidang: (1) Pendidikan, (2) Penelitian, (3) Pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang terdokumentasi dengan baik.
100%
Detail 4.2.2
4.3.1.1 Rasio jumlah mahasiswa terhadap jumlah dosen tetap; NMHS = Jumlah mahasiswa pada TS = NMR + NMT; NDT = Jumlah dosen tetap; Rasio = NMHS/NDT; Jika Rasio ? 30, maka skor = 4
100%
Detail 4.3.1.1
4.3.1.2 Dosen tetap yang berpendidikan doktor/Sp-2; NDTS3 = Persentase dosen tetap berpendidikan doktor/Sp-2 Jika NDTS3 ? 50%, maka skor = 4
100%
Detail 4.3.1.2
4.3.1.3 Persentase dosen tetap dengan jabatan guru besar (untuk institut, universitas, dan sekolah tinggi) dan lektor kepala (untuk akademi dan politeknik); Pprof = Persentase dosen dengan jabatan guru besar; PLK = Persentase dosen dengan jabatan lektor kepala; Jika Pprof ? 30% , maka skor = 4 namun Jika PLK ? 50%, maka skor = 4.
100%
Detail 4.3.1.3
4.3.2 Rasio dosen tidak tetap terhadap jumlah seluruh dosen; PDTT = Persentase jumlah dosen tidak tetap terhadap jumlah seluruh dosen; Jika PDTT ? 10%, maka skor = 4.
100%
Detail 4.3.2
4.4 Persentase dosen tetap yang menjalani program peningkatan kompetensi melalui tugas belajar. Jika persentase dosen bergelar doktor/Sp-2 ? 50%, maka skor = 4. Jika tidak, gunakan aturan berikut. SP = (0.25 NPL + 0.75 NS2 + 1.25 NS3) / NPS dimana: NPL = Banyaknya dosen yang mengikuti pendidikan tanpa gelar; NS2 = Banyaknya dosen yang mengikuti pendidikan S2/Sp-1; NS3 = Banyaknya dosen yang mengikuti pendidikan S3/Sp-2; NPS = Banyaknya program studi (Tabel 2.9.3); Jika SP ? 4 , maka skor = 4.
100%
Detail 4.4
4.5.1.1 Pustakawan dan kualifikasinya. Catatan: nilai dihitung dengan rumus berikut: A = (4(X1) + 3(X2) + 2(X3))/4; X1 = jumlah pustakawan yang berpendidikan S2/S3/Special Librarian. X2 = jumlah pustakawan yang berpendidikan D4 atau S1. X3 = jumlah pustaka-wan yang berpendidik-an D1, D2, atau D3. Jika A ? 4, maka skor = 4
100%
Detail 4.5.1.1
4.5.1.2 Laboran, teknisi, analis, operator, dan programer. Catatan: Agar dibandingkan dengan kegiatan yang seharusnya dilakukan dalam perguruan tinggi yang bersangkutan. Jumlah cukup dan sangat baik kegiatannya.
100%
Detail 4.5.1.2
4.5.1.3 Tenaga administrasi. Catatan: Agar dibandingkan dengan kegiatan yang seharusnya dilakukan dalam perguruan tinggi yang bersangkutan. Pertimbangkan aspek sistem IT yang dimiliki dan jumah mahasiswa yang harus dilayani. Jumlah cukup dan sangat baik kegiatannya
100%
Detail 4.5.1.3
4.5.1.4 Persentase laboran/teknisi/analis/operator/programer yang memiliki sertifikat kompetensi. PTKS = persentase tenaga laboran/ teknisi/analis/ operator/programer yang memiliki sertifikat kompetensi. Jika PTKS ? 70%, maka skor = 4.
100%
Detail 4.5.1.4
4.5.2 Upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Upaya antara lain dalam bentuk: (1) kesempatan belajar/ pelatihan. (2) pemberian fasilitas termasuk dana. (3) jenjang karir yang jelas. (4) studi banding. Semua empat upaya berikut: (1) kesempatan belajar/ pelatihan. (2) pemberian fasilitas termasuk dana. (3) jenjang karir yang jelas. (4) studi banding. dilaksanakan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan.
100%
Detail 4.5.2
4.6.1 Instrumen survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia Instrumen untuk mengukur kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi, terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia, yang memiliki: (1) validitas, (2) reliabilitas, dan (3) mudah digunakan.
100%
Detail 4.6.1
4.6.2 Pelaksanaan survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia. Hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi terhadap sistem pengelolaan sumber-daya manusia yang: (1) jelas, (2) komprehensif, (3) mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
100%
Detail 4.6.2
4.6.3 Pemanfaatan hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia. Pemanfaatan hasil survei dalam perbaikan yang berkelanjutan untuk mutu: (1) pengelolaan sumber daya manusia, (2) instrumen pengukuran kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung, (3) analisis hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung,
100%
Detail 4.6.3
5.1.1 Dokumen kebijakan tentang pengembangan kurikulum yang lengkap. Dokumen formal yang mencakup : (1) kebijakan, (2) peraturan, (3) pedoman atau buku panduan, yang memfasilitasi program studi untuk melakukan perencanaan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum secara berkala.
100%
Detail 5.1.1
5.1.2 Monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum program studi. Dokumen analisis dan evaluasi pemutakhiran kurikulum program studi yang ditindaklanjuti untuk penjaminan mutu secara berkesinambungan.
100%
Detail 5.1.2
5.2.1 Unit pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran mendorong mahasiswa untuk berfikir kritis, bereksplorasi, berekspresi, bereksperimen dengan memanfaatkan aneka sumber yang hasilnya dimanfaatkan oleh institusi. Unit atau lembaga yang khusus berfungsi untuk mengkaji dan mengembangkan sistem serta mutu pembelajaran, melaksanakan fungsinya dengan baik serta hasilnya dimanfaatkan oleh institusi.
100%
Detail 5.2.1
5.2.2 Sistem pengendalian mutu pembelajaran diterapkan institusi termasuk proses monitoring, evaluasi, dan pemanfaatannya Sistem yang menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif berpusat kepada pebelajar dengan memanfaatkan beragam sumber belajar minimal mencakup : (1) pendekatan sistem pembelajaran dan pengajaran, (2) perencanaan dan sumber daya pembelajaran, (3) syarat kelulusan. dan dilaksanakan secara konsisten, dimonitor serta dievaluasi secara berkala.
100%
Detail 5.2.2
5.2.3 Pedoman pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang digunakan sebagai acuan bagi perencanaan dan pelaksanaan program tridarma unit dibawahnya, menjamin terintegrasinya kegiatan penelitian dan PkM ke dalam proses pembelajaran. Pedoman dijadikan acuan unit pelaksana yang mewajibkan pengintegrasian hasil penelitian dan PkM ke dalam proses pembelajaran, serta dilaksanakan secara konsisten.
100%
Detail 5.2.3
5.3.1 Dokumen formal tentang kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan, serta konsistensi pelaksanaannya. Dokumen formal yang lengkap mencakup informasi tentang otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, serta dilaksanakan secara konsisten.
100%
Detail 5.3.1
5.3.2 Sistem pengembangan suasana akademik yang kondusif bagi pebelajar untuk meraih prestasi akademik yang maksimal. dalam bentuk: (1) kebijakan dan strategi, (2) program implementasi yang terjadwal, (3) pengerahan sumber daya, (4) monitoring dan evaluasi, (5) tindak lanjut untuk langkah perbaikan secara berkelanjutan.
100%
Detail 5.3.2
6.1.1 Dokumen pengelolaan dana yang mencakup perencanaan penerimaan, pengalokasian, pelaporan, audit, monitoring dan evaluasi, serta pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan. Dokumen yang lengkap yang mencakup: (1) perencanaan penerimaan dan pengalokasian dana, (2) pelaporan, (3) audit, (4) monitoring dan evaluasi, (5) pertanggung jawaban kepada pemangku kepentingan.
100%
Detail 6.1.1
6.1.2 Mekanisme penetapan biaya pendidikan mahasiswa dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan internal. Mekanisme yang terdokumentasi tentang penetapan biaya pendidikan yang dibebankan pada mahasiswa berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan internal.
100%
Detail 6.1.2
6.1.3 Kebijakan mengenai pembiayaan mahasiswa yang berpotensi secara akademik dan kurang mampu secara ekonomi, serta persentase mahasiswa yang mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya pendidikan terhadap total mahasiswa. Kebijakan mengenai keringanan/ pembebasan biaya untuk mahasiswa yang berpotensi secara akademik dan kurang mampu secara ekonomi yang dilaksanakan dengan konsisten serta dapat dibuktikan dengan data mahasiswa penerima keringanan biaya pendidikan atau dibebaskan dalam jumlah yang memadai.
100%
Detail 6.1.3
6.1.4 Persentase dana perguruan tinggi yang berasal dari mahasiswa (SPP dan dana lainnya). PDMHS = Persentase dana perguruan tinggi yang berasal dari mahasiswa (SPP dan dana lainnya). Jika PDMHS ? 33%, maka skor = 4.
100%
Detail 6.1.4
6.1.5 Penggunaan dana untuk operasional (pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, termasuk gaji dan upah, dan investasi prasarana, saran, dan SDM). Jumlah dana operasional/ mahasiswa/tahun (=DOM) Jika DOM ? Rp.18 juta, maka skor = 4.
100%
Detail 6.1.5
6.1.6 Dana penelitian dalam tiga tahun terakhir. RPD = Rata-rata dana penelitian/dosen tetap/tahun. Jika RPD ? 3 juta, maka skor = 4.
100%
Detail 6.1.6
6.1.7 Dana yang diperoleh dalam rangka pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir. RPKM = Rata-rata dana pelayanan/pengabdian kepada masyarakat /dosen tetap/tahun. Jika RPKM ? 1,5 juta, maka skor = 4.
100%
Detail 6.1.7
6.1.8 Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pemanfaatan dana yang lebih efektif. transparan dan memenuhi aturan keuangan yang berlaku. Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan serta kinerja yang akuntabel yang dilakukan secara berkala, hasilnya didokumentasikan dan ditindaklanjuti.
NAN%
Detail 6.1.8
6.1.9 Laporan audit keuangan oleh auditor eksternal yang transparan dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan. Laporan audit keuangan yang dilakukan secara berkala oleh auditor eksternal yang kompeten dan hasilnya dipublikasikan serta ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi.
100%
Detail 6.1.9
6.2.1 Sistem pengelolaan prasarana dan sarana berupa kebijakan, peraturan, dan pedoman/panduan untuk aspek: (1) Pengembangan dan pencatatan, (2) Penetapan penggunaan, (3) Keamanan dan keselamatan penggunaan, (4) Pemeliharaan/ perbaikan/kebersihan. Dokumen pengelolaan prasarana dan sarana yang berisi kebijakan, peraturan, dan pedoman/panduan untuk semua aspek berikut. (1) Pengembangan dan pencatatan, (2) Penetapan penggunaan, (3) Keamanan dan keselamatan penggunaan, (4) Pemeliharaan/ perbaikan/kebersihan. yang diimplementasi-kan
100%
Detail 6.2.1
6.2.2 Kepemilikan dan penggunaan lahan. Kepemilikan dan penggunaan lahan: (1) Lahan milik sendiri, (2) Luas lahan ? 5000m2, (3) Lahan digunakan untuk kegiatan kependidikan.
100%
Detail 6.2.2
6.2.3 Kecukupan dan mutu prasarana yang dikelola perguruan tinggi. Ketersediaan: (1) Prasarana akademik (kegiatan tridarma PT) (2) Prasarana non-akademik (fasilitas pengembangan minat, bakat, dan kesejahteraan) Prasarana sangat lengkap, dibuktikan dengan tersedianya fasilitas kegiatan akademik dan non-akademik yang sangat memadai.
100%
Detail 6.2.3
6.2.4 Rencana pengembangan prasarana. Catatan: Jika prasarana saat ini dinilai sangat baik (rata-rata skor butir 6.3.3 dan 6.3.4 ? 3.5) maka skor butir ini = 4. Jika tidak, gunakan aturan pada kolom di sebelah kanan. Rencana pengembangan prasarana sangat baik dan didukung oleh dana yang memadai
100%
Detail 6.2.4
6.2.5 Kecukupan koleksi perpustakaan, aksesibilitas termasuk ketersediaan dan kemudahan akses e-library. Untuk setiap bahan pustaka berikut. A. Buku teks. B. Jurnal internasional. C. Jurnal nasional terakreditasi. D. Prosiding. Diberi skor dengan aturan: 4 = jika sangat memadai. 3 = jika memadai. 2 = jika cukup. 1 = jika kurang. 0 = jika sangat kurang. Skor akhir = (4 Skor A + 3 Skor B + 2 Skor C + 1 Skor D) / 10. Skor = skor akhir
100%
Detail 6.2.5
6.2.6 Aksesibilitas dan pemanfaatan bahan pustaka, mencakup: (1) waktu layanan, (2) mutu layanan (kemudahan mencari bahan pustaka, keleluasaan meminjam, bantuan mencarikan bahan pustaka dari perpustakaan lain), (3) ketersediaan layanan e-library. Perpustakaan dikelola dengan: (1) waktu layanan, (2) mutu layanan, (3) ketersediaan layanan e-library, yang memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik dan dikunjungi oleh > 30% mahasiswa dan dosen.
100%
Detail 6.2.6
6.2.7 Penyediaan prasarana dan sarana pembelajaran terpusat untuk mendukung interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, pakar, dan nara sumber lainnya dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran dan aksesibilitasnya. Prasarana dan sarana pembelajaran (antara lain perpustakaan dan laboratorium) yang terpusat dan lengkap serta mudah diakses sivitas akademika
100%
Detail 6.2.7
6.3.1 Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan perguruan tinggi dalam proses pembelajaran (hardware, software, e-learning, e-library). Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan perguruan tinggi dalam proses pembelajaran, meliputi semua fasilitas berikut. (1) komputer yang terhubung dengan jaringan luas/internet, (2) software yang berlisensi dengan jumlah yang memadai. (3) fasilitas e-learning yang digunakan secara baik, (4) akses on-line ke koleksi perpustakaan.
100%
Detail 6.3.1
6.3.2 Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan perguruan tinggi dalam administrasi (akademik dan umum). Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan perguruan tinggi dalam administrasi yang meliputi semua fasilitas berikut: (1) Komputer yang terhubung dengan jaringan luas/internet. (2) Software basis data yang memadai. (3) Akses terhadap data yang relevan sangat cepat.
100%
Detail 6.3.2
6.3.3 Sistem informasi untuk pengelolaan prasarana dan sarana yang transparan, akurat dan cepat. Sistem informasi untuk pengelolaan prasarana dan sarana yang transparan, akurat dan cepat.
100%
Detail 6.3.3
6.3.4 Sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support system) yang lengkap, efektif, dan obyektif. Sistem pendukung pengambilan keputusan yang lengkap, efektif, dan obyektif.
NAN%
Detail 6.3.4
6.3.5 Manfaat sistem informasi untuk mahasiswa dan dosen serta akses terhadap sumber informasi. Sistem informasi yang dikembangkan minimal meliputi: (1) Website institusi, (2) Fasilitas internet, (3) Jaringan lokal, (4) Jaringan nirkabel. telah dimanfaatkan untuk komunikasi internal dan eksternal kampus serta memberikan kemudahan akses terhadap sumber informasi
NAN%
Detail 6.3.5
6.3.6 Perguruan tinggi memiliki kapasitas internet dengan rasio bandwidth per mahasiswa yang memadai. KBPM = Kapasitas bandwidth (dalam Kbps per mahasiswa). Jika KBPM ? 0.75, maka skor = 4.
100%
Detail 6.3.6
6.3.7 Aksesibilitas data dalam sistem informasi. NA = Banyaknya jenis data yang hanya dapat diakses secara manual. NB = Banyaknya jenis data yang maksimum dapat diakses dengan komputer tanpa jaringan. NC = Banyaknya jenis data yang maksimum dapat diakses dengan komputer yang terhubung jaringan lokal (intranet). ND = Banyaknya jenis data yang maksimum dapat diakses dengan komputer yang terhubung jaringan luas (internet). Skor akhir = (NA + 2 x NB + 3 x NC + 4 x ND) / 13. Skor = Skor akhir
100%
Detail 6.3.7
6.3.8 Blue print pengembangan, pengelolaan, dan pemanfaatan sistem informasi yang lengkap. Blue print pengembangan, pengelolaan, dan pemanfaatan sistem informasi, yang mencakup: (1) prasarana dan sarana yang mencukupi, (2) unit pengelola di tingkat institusi, (3) sistem aliran data dan otorisasi akses data, (4) sistem disaster recovery.
100%
Detail 6.3.8
7.1.1 Pemilikan pedoman pengelolaan penelitian yang lengkap, dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi. Dokumen pedoman pengelolaan penelitian yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh institusi, mencakup aspek-aspek: (1) Kebijakan dasar penelitian yang meliputi antara lain: arah dan fokus, jenis dan rekam jejak penelitian unggulan, pola kerja sama dengan pihak luar, pendanaan, sistem kompetisi, (2) Penanganan plagiasi, paten dan hak atas kekayaan intektual, (3) Rencana dan pelaksanaan penelitian yang mencakup agenda tahunan, (4) Peraturan pengusulan proposal penelitian dan pelaksanaannya, yang terdokumentasi dengan baik serta mudah diakses oleh oleh semua pihak.
100%
Detail 7.1.1
7.1.2 Jumlah penelitian dosen tetap selama tiga tahun terakhir. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar = (4(na)+2(nb)+(nc))/f Keterangan: na = N5=Jumlah penelitian dengan biaya luar negeri nb = N3+N4=Jumlah penelitian dengan biaya luar nc = N1+N2=Jumlah penelitian dengan biaya dari PT atau dosen f = Jumlah dosen tetap perguruan tinggi Jika NK ? 2, maka skor = 4.
100%
Detail 7.1.2
7.1.3 Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap dalam tiga tahun terakhir. Perhitungan: NK = Nilai kasar = ((Na)+2(Nb))/f. Keterangan: f = Jumlah dosen tetap PT Na = A1 + B1 + C1 + D1; Nb = A2 + B2 + C2 + D2; (Lihat Tabel 7.1.3) Jika NK ? 1 , maka skor = 4
100%
Detail 7.1.3
7.1.4 Banyaknya artikel yang tercatat dalam lembaga sitasi. NK =(NA/f) x 1000; dimana: NA = Banyaknya artikel ilmiah karya dosen tetap dalam tiga tahun terakhir yang disitasi. f = Banyaknya dosen tetap perguruan tinggi. Jika NK ? 25, maka skor = 4.
100%
Detail 7.1.4
7.1.5 Karya dosen dan atau mahasiswa yang berupa paten/hak atas kekayaan intelektual (HaKI)/karya yang mendapatkan penghargaan tingkat nasional/internasional. Na = Jumlah karya yang memperoleh paten. Nb = Jumlah karya yang memperoleh HaKI. Nc = Jumlah karya yang memperoleh penghargaan dari lembaga nasional atau internasional. NPS = Jumlah program studi. NK = (4 x Na + Nb + 2 x Nc) / NPS Jika NK ? 8 , maka skor 4.
100%
Detail 7.1.5
7.1.6 Kebijakan dan upaya perguruan tinggi dalam menjamin keberlanjutan penelitian. PT mewajibkan dan mengupayakan semua unit memenuhi aspek berikut: (1) Memiliki agenda penelitian jangka panjang. (2) Tersedianya SDM, prasarana dan sarana yang memungkinkan terlaksananya penelitian secara berkelanjutan. (3) Mengembangkan dan membina jejaring penelitian. (4) Menyediakan atau mencari berbagai sumber dana penelitian seperti hibah penelitian nasional maupun internasional. Kebijakan dan upaya untuk ke-empat aspek.
100%
Detail 7.1.6
7.2.1 Pemilikan pedoman pengelolaan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang lengkap, dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi. Aspek yang dicakup: 1. Arah dan fokus kegiatan PkM. 2. Jenis dan rekam jejak kegiatan PkM. 3. Pola kerja sama dengan pihak luar. 4. Pendanaan. Dokumen pedoman pengelolaan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh institusi, mencakup semua aspek.
100%
Detail 7.2.1
7.2.2 Jumlah kegiatan PkM dosen tetap selama tiga tahun terakhir. Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut: NK = Nilai kasar =( 4(na)+2(nb)+(nc))/f ; Keterangan: na = N5=Jumlah PkM dengan biaya luar negeri . nb = N3+N4=Jumlah PkM dengan biaya luar. nc = N1+N2=Jumlah PkM dengan biaya dari PT atau dosen. f = Jumlah dosen tetap perguruan tinggi. Jika NK ? 1, maka skor = 4.
100%
Detail 7.2.2
7.2.3 Kebijakan dan upaya perguruan tinggi dalam menjamin keberlanjutan kegiatan PkM. PT mewajibkan dan mengupayakan semua unit memenuhi aspek berikut: (1) Memiliki agenda PkM jangka panjang. (2) Tersedianya SDM, prasarana dan sarana yang memungkinkan terlaksananya PkM secara berkelanjutan. (3) Mengembangkan dan membina jejaring PkM. (4) Mencari berbagai sumber dana PkM. Kebijakan dan upaya untuk ke-empat aspek.
100%
Detail 7.2.3
7.3.1 Kebijakan, pengelolaan, dan monev oleh perguruan tinggi dalam kegiatan kerjasama untuk menjamin empat aspek berikut: (1) mutu kegiatan kerjasama, (2) relevansi kegiatan kerjasama, (3) produktivitas kegiatan kerjasama, (4) keberlanjutan kegiatan kerjasama. Kebijakan yang sangat jelas dan upaya (pengelolaan dan monev) yang efektif untuk menjamin mutu, relevansi, produktivitas dan keberlanjutan kegiatan kerjasama.
100%
Detail 7.3.1
7.3.2 Kegiatan kerjasama dengan instansi di dalam negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap, mutu, esensi, dan intensitas pelaksanaan kerjasama. Kerjasama dengan institusi di dalam negeri, sangat banyak dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian yang ada di PT.
100%
Detail 7.3.2
7.3.3 Kegiatan kerjasama dengan instansi di luar negeri dalam tiga tahun terakhir. Catatan; Tingkat kecukupan bergantung pada jumlah dosen tetap, mutu, esensi, dan intensitas pelaksanaan kerjasama. Kerjasama dengan institusi di luar negeri, banyak dalam jumlah. Semuanya relevan dengan bidang keahlian yang ada di PT.
100%
Detail 7.3.3
7.3.4 Monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil kerjasama secara berkala. Dokumen rancangan, proses, dan hasil monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkala selama kerja sama berlangsung, yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
100%
Detail 7.3.4
7.3.5 Manfaat dan kepuasan mitra kerjasama. Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu program, dan pengembangan lembaga, serta keberlanjutan kerja sama pada kedua mitra yang bersangkutan.
100%
Detail 7.3.5
Butir
Elemen Penilaian
Baku Mutu
Persentase
Rincian Dokumen